Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.
Jakarta – Program rumah subsidi tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin membeli rumah tapak. Rumah susun subsidi juga menjadi salah satu pilihan hunian yang dapat diakses melalui skema pembiayaan subsidi pemerintah.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan masyarakat masih perlu mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai pilihan hunian dalam program subsidi.
“Jadi masyarakat perlu diedukasi bahwa pembelian rumah subsidi tidak hanya tapak saja, tapi juga sudah mencakup rumah susun bahkan apartemen,” kata Heru.
Menurutnya, masyarakat juga dapat memanfaatkan situs rumah.go.id untuk mencari informasi mengenai hunian subsidi yang tersedia. Platform tersebut menyediakan informasi lokasi rumah subsidi dan rumah susun subsidi, termasuk jaraknya dengan berbagai fasilitas umum.
Selain itu, rumah.go.id juga dilengkapi fitur untuk membantu masyarakat menghitung perkiraan cicilan KPR. Dengan informasi tersebut, calon pembeli dapat menyesuaikan pilihan hunian dengan lokasi serta kemampuan pembiayaannya.
Heru menilai keberadaan rumah susun subsidi menjadi alternatif, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan hunian di kawasan dengan keterbatasan lahan.
Namun, penyaluran subsidi untuk rumah susun hingga kini masih jauh lebih kecil dibandingkan rumah tapak. Berdasarkan data per 28 September 2026, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tercatat 45,73 persen.
Dari penyaluran tersebut, sebanyak 160.053 unit merupakan rumah tapak subsidi. Sementara rumah susun subsidi baru tercatat sebanyak 17 unit.
Data tersebut menunjukkan bahwa rumah tapak masih mendominasi penyaluran FLPP. Di sisi lain, BP Tapera terus mendorong agar masyarakat mengenal rumah susun sebagai salah satu alternatif hunian dalam program subsidi.
