Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung.
Jakarta – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI mencairkan anggaran program beasiswa pendidikan senilai Rp15.649.013.630 untuk mendukung mahasiswa yang menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Ditjen Bimas Kristen dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) sekaligus meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan. Anggaran tersebut diarahkan kepada dua kelompok utama, yakni penerima Beasiswa Doktor (S3) dalam dan luar negeri serta mahasiswa Orang Asli Papua (OAP).
Dari total anggaran tersebut, Rp14.556.579.630 dialokasikan untuk Beasiswa S3 dalam dan luar negeri. Program ini difokuskan pada penguatan mutu dosen dan kapasitas akademik perguruan tinggi keagamaan.
Sementara itu, dukungan bagi mahasiswa OAP mencakup Rp950 juta untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri (PTKKN) dan Rp143.434.000 untuk mahasiswa OAP di Perguruan Tinggi Umum (PTU).
Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan, dukungan tersebut tidak sekadar menjadi pembiayaan pendidikan, tetapi diarahkan sebagai investasi untuk membangun SDM yang memiliki integritas dan keunggulan akademik.
“Saya berharap dukungan finansial ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima beasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu,” ujar Jeane.
Menurut Jeane, pencairan program beasiswa tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Kemenag untuk terus mencetak generasi unggul, memperkuat kapasitas literasi keagamaan, serta melahirkan pemimpin masa depan yang dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
Program beasiswa ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto serta arah RPJMN 2025–2029 dalam mendorong pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan nasional.
Dengan dukungan pembiayaan pendidikan tersebut, Ditjen Bimas Kristen mendorong para penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan secara optimal, menyelesaikan pendidikan sesuai target, dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta bangsa.
