Corporate Secretary BTN Ramon Armando. Dok: Istimewa.
Jakarta – Tantangan penyediaan hunian di Indonesia terus berkembang, mulai dari kebutuhan desain yang adaptif hingga lahirnya model bisnis dan teknologi baru di sektor perumahan.
Kondisi tersebut mendorong PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN untuk kembali membuka ruang bagi para inovator melalui BTN Housingpreneur Batch 3.
Kompetisi tersebut resmi membuka pendaftaran mulai 28 September hingga 30 November 2026.
Program ini menyasar hingga 1.500 inovator dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, masyarakat umum, pengembang, hingga pelaku usaha yang memiliki gagasan untuk menjawab berbagai persoalan dalam ekosistem perumahan.
Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, BTN Housingpreneur hadir dengan semangat menjadikan berbagai tantangan di sektor perumahan sebagai ruang untuk melahirkan solusi baru.
“Persoalan di ekosistem perumahan saat ini semakin beragam dan dinamis. Karena itu, BTN ingin menjadikan BTN Housingpreneur sebagai ruang lahirnya ide, inovasi, dan model bisnis baru yang mampu memberikan solusi nyata,” ujar Ramon.
Menurutnya, kebutuhan terhadap inovasi tidak hanya berada pada pembangunan fisik hunian.
Berbagai mata rantai industri perumahan juga membutuhkan pendekatan baru agar ekosistem hunian dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.
Pada Batch 3, peserta dapat memilih dua kategori utama, yakni Design & Architecture serta Housing Related Innovation.
Dua kategori tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan gagasan sesuai kompetensi sekaligus melihat persoalan perumahan dari berbagai perspektif.
Untuk memperkenalkan program secara lebih luas, BTN mengawali rangkaian kegiatan dengan Kick-Off di Universitas Indonesia yang turut dimeriahkan musisi Sal Priadi.
Setelah itu, roadshow dilanjutkan ke sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, hingga Universitas Udayana di Bali.
Ramon menyebut roadshow menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan kompetisi sekaligus membuka kesempatan bagi talenta dari berbagai daerah.
“BTN ingin menjangkau sebanyak mungkin talenta dan inovator dari berbagai latar belakang. Melalui rangkaian roadshow ini, kami berharap dapat menemukan gagasan-gagasan segar yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki peluang untuk diterapkan dalam ekosistem perumahan,” katanya.
Setelah pendaftaran berakhir pada 30 November 2026, peserta akan memasuki tahapan penjurian sebelum mencapai puncak rangkaian program dalam BTN Expo pada awal 2027.
Menariknya, BTN Housingpreneur Batch 3 tidak berhenti pada pemberian penghargaan. Program ini juga menyediakan akses inkubasi bisnis dan business matching yang dapat membuka peluang bagi gagasan terpilih untuk dikembangkan lebih jauh.
Dengan demikian, kompetisi tersebut diarahkan bukan hanya untuk menemukan ide kreatif, tetapi juga mempertemukan inovasi dengan peluang pengembangan bisnis dan kebutuhan nyata di sektor perumahan.
“BTN Housingpreneur bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah bagi para inovator dari kalangan akademisi maupun profesional untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, dan membawa gagasannya naik ke level berikutnya,” tutur Ramon.
BTN berharap ide-ide yang lahir dari kompetisi tersebut dapat berkembang menjadi solusi yang memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung kemajuan ekosistem perumahan nasional.
Selain kesempatan mengikuti proses pengembangan ide dan jejaring bisnis, BTN Housingpreneur Batch 3 juga menyediakan total hadiah miliaran rupiah bagi para peserta.
Bagi calon peserta yang ingin mengetahui persyaratan, kategori, tahapan kompetisi, serta informasi pendaftaran, informasi lengkap BTN Housingpreneur Batch 3 dapat diperoleh melalui laman resmi btnhousingpreneur.com.
