Jakarta – Mobilitas masyarakat melalui transportasi kereta api terus mendapat dukungan melalui kehadiran layanan ekonomi kerakyatan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 182.208 pelanggan telah menggunakan layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak mulai beroperasi pada 2026 hingga 9 September 2026.
Jumlah tersebut berasal dari dua layanan, yakni K3 Kerakyatan dengan 181.900 pelanggan dan Kereta Petani dan Pedagang jarak jauh yang melayani 308 pelanggan pada relasi Garut–Pasar Senen dan Pasar Senen–Garut.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kehadiran layanan tersebut merupakan bagian dari upaya KAI menyediakan pilihan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Sejak mulai beroperasi pada 2026, layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani 182.208 pelanggan. KAI terus melakukan evaluasi berdasarkan data perjalanan pelanggan untuk menghadirkan layanan kereta api yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Anne.
Dari Angkutan Lebaran hingga Perjalanan Rutin
Layanan K3 Kerakyatan mulai diperkenalkan melalui KA Tambahan relasi Lempuyangan–Pasar Senen dan sebaliknya pada masa Angkutan Lebaran 2026, yang berlangsung 11 Maret hingga 5 April 2026.
Selama periode tersebut, layanan ini mencatat 24.398 pelanggan. Sebanyak 12.262 pelanggan menggunakan perjalanan Lempuyangan menuju Pasar Senen, sementara 12.136 pelanggan melakukan perjalanan sebaliknya.
Setelah masa Angkutan Lebaran berakhir, layanan ekonomi kerakyatan terus berlanjut melalui KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen dan Pasar Senen–Garut sejak 11 Juni 2026.
Hingga 9 September 2026, KA Cikuray telah melayani 157.502 pelanggan. Dari jumlah tersebut, 81.368 pelanggan melakukan perjalanan dari Garut menuju Pasar Senen dan 76.134 pelanggan dari Pasar Senen menuju Garut.
Angka tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta ekonomi tetap menjadi bagian dari pilihan mobilitas masyarakat untuk perjalanan antarkota.
Petani dan Pedagang Ikut Terlayani
Selain K3 Kerakyatan, KAI menghadirkan Kereta Petani dan Pedagang jarak jauh pada relasi yang sama, mulai 11 Juni 2026.
Hingga 9 September 2026, layanan tersebut telah digunakan oleh 308 pelanggan. Sebanyak 153 pelanggan tercatat melakukan perjalanan dari Garut menuju Pasar Senen, sedangkan 155 pelanggan menggunakan perjalanan sebaliknya.
Bagi KAI, data tersebut tidak hanya menjadi catatan jumlah penumpang, tetapi juga menjadi bahan untuk membaca kebutuhan perjalanan masyarakat.
Anne menjelaskan, KAI secara berkala memantau perkembangan jumlah pelanggan dan pola perjalanan sebagai bagian dari evaluasi layanan. Pengembangan perjalanan kereta api dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat.
“KAI terus memantau perkembangan jumlah pelanggan dan pola perjalanan sebagai bahan evaluasi layanan. Setiap pengembangan layanan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta kebutuhan masyarakat,” kata Anne.
Dengan jumlah pelanggan yang telah mencapai 182.208 hingga awal September, KAI terus mengelola layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan berdasarkan perkembangan mobilitas masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI menghadirkan perjalanan kereta api yang semakin mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
