Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Jakarta – Kawasan transmigrasi kini diarahkan tidak hanya menjadi tempat bermukim, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
Kementerian Transmigrasi mendorong pengembangan potensi lokal agar mampu menciptakan usaha produktif dan meningkatkan pendapatan warga.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, pembangunan kawasan transmigrasi harus berangkat dari potensi serta kebutuhan masyarakat.
Salah satu kuncinya adalah mengembangkan komoditas lokal agar memiliki nilai tambah dan akses pasar yang lebih luas.
“Transmigrasi hari ini tidak boleh lagi hanya sekadar memindahkan penduduk. Transmigrasi harus mampu meningkatkan kesejahteraan, bukan hanya bagi para transmigran, tetapi juga masyarakat lokal di sekitarnya,” ujar Iftitah saat berdialog dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) di Kantor Kepala Kampung Prafi, Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (12/9).
Menurutnya, hasil pertanian dan potensi ekonomi masyarakat perlu dikembangkan lebih jauh sehingga tidak berhenti sebagai komoditas mentah.
Pengolahan produk, peningkatan kualitas, hingga koneksi dengan pasar menjadi bagian penting dalam membangun sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, Iftitah juga mengapresiasi pendampingan yang dilakukan TEP selama sekitar satu bulan di Kawasan Transmigrasi Prafi.
Tim tersebut diminta membantu masyarakat menemukan produk unggulan yang memiliki peluang untuk dikembangkan secara ekonomi.
Ia menekankan, pemilihan produk unggulan tidak cukup hanya berdasarkan ketersediaan bahan baku.
Potensi pasar, kemampuan masyarakat mengelola usaha, kualitas produk, hingga peluang pengembangannya juga harus menjadi pertimbangan.
“Temukan produk unggulan yang benar-benar dapat dikembangkan. Jangan hanya melihat apa yang bisa dibuat, tetapi juga siapa yang akan membeli dan bagaimana produk tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.
Iftitah berharap hasil pemetaan dan pendampingan TEP dapat menjadi pijakan bagi pengembangan usaha masyarakat dalam skala lebih besar. Pendampingan juga diharapkan meninggalkan kemampuan yang dapat terus dimanfaatkan warga setelah program selesai.
Hubungkan Potensi Lokal dengan Pasar
Kementerian Transmigrasi melihat keterhubungan antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi sebagai bagian penting dalam membangun kawasan transmigrasi.
Pengetahuan akademik diharapkan dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Iftitah mengatakan, TEP memiliki posisi strategis untuk menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dengan kolaborasi tersebut, potensi lokal dapat dipetakan dan diarahkan menjadi kegiatan ekonomi yang lebih produktif.
“Kepentingan nasional yang bergerak dari atas harus bertemu dengan kebutuhan masyarakat yang bergerak dari bawah. Para anggota Tim Ekspedisi Patriot hadir untuk menjembatani keduanya,” ujarnya.
Melalui penguatan produk unggulan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan pembukaan akses pasar, Kawasan Transmigrasi Prafi diharapkan berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat lokal maupun transmigran.
Paradigma tersebut menempatkan transmigrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Bukan hanya menyediakan ruang untuk bermukim, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan kesejahteraan yang dapat berlangsung dalam jangka panjang.
