Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau upaya pemadaman karhutla oleh Satgas Darat di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan peran penting Satgas Darat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Hal itu disampaikan Suharyanto saat meninjau langsung upaya pemadaman karhutla di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (11/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia melihat langsung proses penanganan yang dilakukan personel gabungan di lapangan.
Suharyanto mengapresiasi kerja Satgas Darat yang melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan dan unsur pemerintah daerah.
Menurut dia, kekuatan personel di darat menjadi salah satu faktor utama dalam pengendalian karhutla, terutama ketika kondisi tertentu membuat operasi pemadaman melalui udara belum dapat dilakukan secara optimal.
“Yang paling menjadi harapan dan fokus itu adalah satuan tugas darat,” ujar Suharyanto.
Berdasarkan evaluasi BNPB pada 11 September, tercatat 90 titik api dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 212,3 hektare. Dari luasan tersebut, Satgas Darat berhasil mengendalikan 141,1 hektare, sementara 71,2 hektare masih menjadi prioritas penanganan saat evaluasi dilakukan.
Suharyanto menjelaskan, karakteristik lahan gambut membuat penanganan karhutla membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan. Titik kebakaran baru dapat muncul, sementara area yang sebelumnya berhasil dipadamkan juga berpotensi kembali terbakar.
Karena itu, BNPB mendorong seluruh unsur di lapangan untuk mempertahankan koordinasi dan pemantauan secara intensif. Penguatan Satgas Darat juga terus dilakukan melalui tambahan peralatan pemadaman sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Meski menekankan pentingnya Satgas Darat, Suharyanto mengatakan dukungan udara tetap dibutuhkan, terutama untuk menghadapi kebakaran dengan skala besar maupun lokasi yang sulit dijangkau dari darat.
Penguatan kedua unsur tersebut menjadi bagian dari strategi BNPB untuk menjaga pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah tetap berjalan secara cepat dan terukur.
