KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau Jembatan Gantung Garuda di Desa Pusar, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kehadiran Jembatan Gantung Garuda di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau langsung jembatan tersebut, Jumat (28/8). Jembatan ini dibangun melalui kolaborasi TNI AD dan masyarakat untuk membuka akses warga menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi.
TNI Harus Jadi Solusi
Maruli menegaskan, TNI tidak boleh berjarak dari persoalan masyarakat. Kehadiran prajurit harus mampu memberikan solusi ketika rakyat menghadapi kesulitan.
“TNI harus menjadi solusi, harus hadir di tengah kesulitan rakyat,” kata Maruli.
Ia mengapresiasi hasil pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang dinilainya rapi dan kokoh. Menurutnya, keterlibatan masyarakat juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong.
Maruli menyebut pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari pengabdian TNI di berbagai daerah. Dalam setahun terakhir, TNI telah membangun sekitar 5.000 jembatan gantung dan 5.000 sumur bor, selain berbagai jenis jembatan lainnya.
Serahkan 1.000 Sembako
Dalam kunjungan tersebut, Maruli juga menyerahkan 1.000 boks sembako kepada masyarakat Desa Pusar dan sekitarnya.
Ia meminta warga ikut menjaga Jembatan Gantung Garuda agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar bangunan penghubung. Kehadirannya membuka akses yang lebih mudah untuk sekolah, berobat, dan menjalankan aktivitas ekonomi.
Jembatan Gantung Garuda pun menjadi gambaran sederhana tentang kehadiran TNI: datang ketika masyarakat membutuhkan dan bekerja bersama untuk membuka jalan keluar.
