Menteri PKP Maruarar Sirait bersama anak-anak saat kunjungan program bedah rumah di Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. Dok: HF.
Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengebut program bedah rumah di Jakarta Utara.
Pemerintah menargetkan 2.000 rumah di wilayah tersebut masuk dalam program perbaikan, dengan pendataan dan verifikasi penerima bantuan dipercepat agar pelaksanaannya tepat sasaran.
Maruarar menyampaikan hal itu saat mengunjungi lokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (27/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Maruarar meminta jajaran terkait segera menyiapkan data rumah yang menjadi sasaran program.
Ia menekankan pentingnya kesesuaian data dari tingkat pusat hingga pemerintah daerah agar bantuan tidak salah sasaran.
“Pesan pekerjaannya sistem tapi benar dan sesuai, tepat sasaran,” kata Maruarar.
Ia menyebut data yang dibahas menunjukkan terdapat sekitar 194 ribu rumah tidak layak huni di Jakarta Utara.
Angka tersebut merupakan agregat wilayah sehingga perlu diperinci berdasarkan kecamatan untuk menentukan lokasi yang paling membutuhkan intervensi.
Maruarar meminta wilayah dengan kondisi permukiman padat dan masyarakat yang membutuhkan mendapat prioritas. Cilincing dan Penjaringan menjadi dua wilayah yang disebut dalam pembahasan tersebut.
Untuk mengejar target 2.000 rumah, Maruarar meminta jajaran pelaksana segera mengumpulkan data dan melakukan verifikasi.
Ia memberikan waktu sekitar dua hingga tiga hari setelah data diterima untuk memastikan usulan calon penerima memenuhi kriteria.
Menurut Maruarar, kecepatan menjadi penting karena pemerintah telah menyiapkan anggaran dan target pembangunan. Ia tidak ingin program terhambat hanya karena data calon penerima terlambat disiapkan.
Dorong Ekonomi Warga
Program bedah rumah juga diarahkan memberi manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar. Maruarar meminta tenaga kerja yang dilibatkan berasal dari masyarakat setempat, termasuk warga yang masih mencari pekerjaan.
Ia juga mendorong agar kebutuhan material bangunan dibeli dari toko material di sekitar lokasi.
“Jadi uangnya berputar di sini,” ujarnya.
Dengan target 10.300 rumah di Jakarta, Maruarar memperkirakan program tersebut dapat melibatkan lebih dari 20 ribu pekerja apabila setiap rumah dikerjakan oleh dua orang.
Menurutnya, pendekatan tersebut membuat program bedah rumah tidak berhenti pada perbaikan fisik hunian, tetapi sekaligus membuka peluang pendapatan bagi masyarakat di sekitar lokasi.
Bantuan Rp20 Juta per Rumah
Di hadapan warga Sukapura, Maruarar menjelaskan bahwa bantuan bedah rumah senilai Rp20 juta per rumah.
Dari jumlah tersebut, Rp17,5 juta dialokasikan untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
Ia menegaskan program tersebut diberikan secara gratis dan tidak boleh disertai pungutan dalam bentuk apa pun.
Maruarar meminta masyarakat berani melapor apabila ada pihak yang meminta uang dengan mengatasnamakan program bedah rumah.
“Kalau ada yang minta duit, foto, videoin, viralin,” tegasnya.
Pesan tersebut kemudian disampaikan bersama oleh warga dan anak-anak di lokasi dengan seruan,
“Bedah Rumah Prabowo! Gratis tanpa dipungut biaya dalam bentuk apa pun!”
Gotong Royong Jadi Kunci
Maruarar menekankan program bedah rumah bukan sekadar memperbaiki kondisi fisik hunian, tetapi juga membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Ia meminta RT dan RW ikut mengawal pelaksanaan program serta memastikan warga sekitar dapat terlibat dalam proses pembangunan.
Menurut Maruarar, pendekatan tersebut membuat manfaat program lebih luas. Selain mendapatkan rumah yang lebih layak, masyarakat sekitar juga memperoleh kesempatan bekerja dan pelaku usaha lokal mendapat tambahan aktivitas ekonomi.
Di Sukapura, dua rumah menjadi lokasi yang dikunjungi Maruarar. Ia melihat langsung kondisi bangunan yang mengalami sejumlah kerusakan, mulai dari lantai dan tembok hingga atap yang bocor.
Maruarar berharap percepatan pendataan dan verifikasi dapat memastikan target 2.000 rumah di Jakarta Utara benar-benar diberikan kepada warga yang paling membutuhkan.
“Supaya kita bisa kerja cepat membantu masyarakat,” ujarnya.
