Kepala Badiklat Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar. Dok: Istimewa.
Jakarta – Pergantian personel di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI menjadi momentum untuk menegaskan kembali makna pengabdian.
Bagi Kepala Badiklat Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, setiap promosi, perpindahan tugas, hingga purna bhakti merupakan bagian dari perjalanan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan Harli saat menghadiri acara pengantar tugas, kenal pamit pejabat, sekaligus pelepasan purna bhakti Adhyaksa di Aula Sasana Adhika Karyya Badiklat Kejaksaan RI, Rabu (13/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Badiklat Dr. Yulianto, para Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdiklat), pejabat eselon III dan IV, pegawai yang mendapat promosi maupun pindah tugas, serta jajaran pegawai yang memasuki masa purna bhakti.
Bagi Harli, promosi jabatan bukan sekadar pencapaian dalam perjalanan karier. Di balik jabatan baru terdapat tanggung jawab dan kepercayaan institusi yang harus dijawab melalui kinerja terbaik.
Ia pun meminta pegawai yang mendapatkan promosi mampu membawa nilai-nilai positif dari tempat tugas sebelumnya dan menjadi teladan di lingkungan kerja yang baru.
“Selamat kepada yang mendapat promosi. Jadilah contoh dan teladan di tempat yang baru. Jadikan apa yang sudah baik di sini sebagai sesuatu yang bisa ditiru dan dikembangkan di tempat yang baru,” pesan Harli.
Pejabat Baru Harus Didukung
Harli juga meminta jajaran Badiklat memberikan dukungan penuh kepada para pejabat dan pegawai yang baru bergabung. Menurutnya, proses adaptasi akan berjalan lebih baik apabila dibangun dalam suasana kerja yang saling membantu.
“Kepada pejabat yang baru, saya minta diberikan support agar dapat menjalankan tugas dan pekerjaannya dengan baik di Badiklat. Mari kita bantu dan dukung sehingga mereka dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi terbaik,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap penugasan yang diberikan organisasi harus dipandang sebagai amanah. Karena itu, siapa pun yang telah dipercaya menduduki sebuah posisi harus menjalankan tanggung jawab tersebut secara sungguh-sungguh.
“Kalau sudah ditunjuk menjadi penyelenggara, laksanakan dengan baik, karena itu adalah panggilan tugas,” tegas Harli.
Menurut dia, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur dan jabatan, tetapi juga oleh kesediaan setiap individu untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Penghormatan bagi Purna Bhakti
Di tengah penyambutan personel baru dan pelepasan pegawai yang mendapat tugas di tempat lain, acara tersebut juga menjadi ruang penghormatan bagi insan Adhyaksa yang telah menuntaskan masa pengabdiannya.
Harli menyampaikan apresiasi kepada para pegawai yang berhasil menyelesaikan perjalanan kedinasan hingga memasuki masa purna bhakti.
“Selamat kepada pegawai yang berhasil sampai memasuki purna bhakti. Bisa mengakhiri tugas dengan baik sampai pensiun adalah hal yang luar biasa,” kata Harli.
Menurutnya, masa purna bhakti bukan berarti kontribusi dan jejak pengabdian seseorang hilang begitu saja. Apa yang telah diberikan selama bertahun-tahun tetap menjadi bagian dari sejarah perjalanan institusi.
Ia berharap para purna bhakti dapat menikmati kehidupan setelah masa kedinasan dengan penuh kebahagiaan dan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Adhyaksa.
“Semoga bisa menikmati kehidupan yang baik. Apa yang telah diberikan selama mengabdi menjadi bagian dari sejarah dan kontribusi bagi kemajuan institusi,” tuturnya.
Harli juga memberikan penghargaan kepada seluruh pegawai yang selama ini telah menjalankan tugas dan memberikan dedikasi bagi Badiklat Kejaksaan RI.
“Kepada yang sudah bekerja dengan baik, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi serta penghormatan yang tinggi atas pengabdiannya,” pungkasnya.
Acara tersebut menjadi gambaran bahwa regenerasi dalam sebuah institusi tidak sekadar berbicara mengenai siapa yang datang dan siapa yang pergi. Ada nilai pengabdian yang diwariskan, tanggung jawab yang diteruskan, serta keteladanan yang diharapkan tetap tumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Di Badiklat Kejaksaan RI, pesan Harli Siregar menegaskan satu hal: jabatan dapat berganti, tempat tugas dapat berubah, dan masa kedinasan pada akhirnya selesai, tetapi amanah pengabdian harus tetap dijaga.
