Bupati Bogor Rudy Susmanto. Dok: Istimewa.
Jakarta – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengambil langkah cepat menyikapi dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa dan guru setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Demi memastikan keselamatan para penerima manfaat, Pemerintah Kabupaten Bogor memutuskan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah kehati-hatian sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan penyebab pasti insiden yang terjadi sehingga langkah penanganan selanjutnya dapat dilakukan secara tepat.
“Tadi kita sampaikan ke Badan Gizi Nasional sampai dengan hasil lab keluar, kami meminta pelayanan untuk beberapa siswa dan siswi, kami juga melihat daftar penerima manfaat. Sampai hasil laboratorium keluar, kami minta operasional berhenti sementara,” ujar Rudy Susmanto, Jumat (7/8/2026).
Rudy menegaskan, keselamatan masyarakat, khususnya para siswa yang menjadi penerima manfaat Program MBG, merupakan prioritas utama. Karena itu, pemerintah daerah memilih menghentikan sementara aktivitas dapur SPPG agar proses investigasi dapat berjalan secara menyeluruh tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan.
Selain mengambil sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Dinas Kesehatan juga menerjunkan tim ke sejumlah sekolah yang menerima distribusi makanan dari dapur SPPG Ciherang. Langkah ini dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan para penerima manfaat sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya korban tambahan.
Berdasarkan data sementara, dapur SPPG Ciherang melayani sekitar 2.666 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 orang yang terdiri atas siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.
Sebagian masih menjalani perawatan di Puskesmas Dramaga, sementara beberapa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.
Rudy meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan laboratorium selesai. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen menyampaikan informasi secara terbuka berdasarkan fakta dan hasil investigasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga memastikan evaluasi terhadap penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis akan dilakukan secara menyeluruh. Apabila ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran terhadap standar keamanan pangan, pemerintah akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi Rudy, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang harus dijalankan dengan standar kualitas dan keamanan yang tinggi. Karena itu, setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keselamatan penerima manfaat harus ditangani secara cepat, profesional, dan transparan agar kepercayaan masyarakat terhadap program tetap terjaga.
