Bupati Bogor Rudy Susmanto. Dok: Istimewa.
Jakarta – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka Jabatan Administrator merupakan bagian dari upaya membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Menurutnya, proses tersebut menjadi instrumen penting untuk melahirkan pemimpin-pemimpin terbaik yang mampu memperkuat kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor.
Pernyataan itu disampaikan Rudy saat mengikuti rangkaian wawancara Tahap II Seleksi Terbuka Jabatan Administrator yang memasuki hari ketiga di Hotel Horison Cibinong, Rabu (29/7/2026).
Rudy mengatakan, pengisian jabatan strategis tidak boleh hanya dipandang sebagai proses administratif. Lebih dari itu, seleksi terbuka harus mampu menghadirkan aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kompetensi, integritas, serta visi kepemimpinan untuk menjawab tantangan pembangunan daerah yang terus berkembang.
“Seleksi ini menjadi sarana untuk melahirkan calon pemimpin terbaik yang siap memperkuat pelayanan publik dan membawa Kabupaten Bogor semakin maju,” ujar Rudy.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen memastikan setiap jabatan administrator diisi oleh ASN yang memiliki kualitas, dedikasi, serta kemampuan manajerial yang mumpuni. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program pemerintah dapat dijalankan secara efektif demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Rudy, sistem seleksi terbuka juga memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh ASN yang memenuhi persyaratan untuk menunjukkan kapasitas terbaiknya. Melalui mekanisme yang kompetitif dan objektif, pemerintah ingin membangun budaya kerja yang sehat sekaligus memberikan ruang bagi pegawai berprestasi untuk berkembang.
“Melalui mekanisme yang terbuka dan kompetitif, kami ingin memberikan ruang yang sama bagi seluruh ASN yang memiliki kemampuan, integritas, dan semangat pengabdian agar dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Rudy menilai, kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam menciptakan birokrasi yang adaptif terhadap perubahan. Karena itu, setiap tahapan seleksi dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas agar menghasilkan pejabat administrator yang benar-benar layak menduduki posisi strategis.
Ia berharap proses seleksi tidak hanya menghasilkan pejabat dengan kemampuan administratif yang baik, tetapi juga sosok pemimpin yang mampu menghadirkan inovasi, mempercepat pelayanan publik, serta memperkuat pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Bogor.
“Pemerintah Kabupaten Bogor membutuhkan pemimpin-pemimpin birokrasi yang mampu bekerja cepat, responsif, dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat. Itulah semangat yang ingin dibangun melalui seleksi terbuka ini,” ujarnya.
Melalui proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang modern, profesional, dan berkinerja tinggi. Rudy pun berharap seluruh tahapan seleksi berjalan lancar hingga selesai sehingga mampu menghasilkan pejabat administrator yang amanah, berintegritas, serta siap mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bogor.
