Kabaharkam Polri Komjen Pol. Karyoto. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Karyoto, mengungkapkan bahwa jajaran Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Polri berhasil menangani puluhan kasus kejahatan di wilayah perairan sepanjang tahun 2025.
Hal itu disampaikan Karyoto saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, sepanjang 2025 Ditpolairud menangani sebanyak 91 kasus tindak pidana di wilayah perairan Indonesia.
Kasus tersebut mencakup berbagai kejahatan seperti illegal fishing, penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan, illegal logging, pertambangan ilegal, serta pelanggaran di sektor minyak dan gas.
Selain itu, aparat juga menangani kejahatan lintas negara seperti penyelundupan narkotika, pelanggaran keimigrasian, kepabeanan, hingga perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia.
โMelalui penegakan hukum tersebut, Korpolairud berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp41,14 miliar,โ ujar Karyoto.
Selain penegakan hukum, Korpolairud juga meningkatkan patroli keamanan di sejumlah wilayah perairan strategis, termasuk jalur pelayaran internasional.
Berdasarkan laporan International Maritime Bureau (IMB), jumlah insiden keamanan di wilayah perairan Indonesia menurun signifikan dari 22 kejadian pada 2024 menjadi 12 kejadian pada 2025.
Penurunan tersebut, kata Karyoto, merupakan hasil dari peningkatan patroli laut serta respons cepat kapal polisi terhadap laporan kapal niaga di area rawan.
โSejak 2014 hingga 2025, jumlah kejadian di hotspot perairan berhasil ditekan dari 106 kasus menjadi 12 kasus,โ jelasnya.
Menurutnya, capaian ini menunjukkan kontribusi Polri dalam menjaga keamanan jalur pelayaran serta meningkatkan kepercayaan internasional terhadap keamanan maritim Indonesia.
