Kabaharkam Polri Komjen Pol. Karyoto. Dok: Istimewa.
Jakarta – Polri menyiapkan pengamanan besar-besaran menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat 2026.
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Karyoto, mengatakan operasi tersebut digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Hal itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurut Karyoto, sebanyak 89.228 personel gabungan akan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran.
Personel tersebut berasal dari Polri, TNI, dinas perhubungan, Satpol PP, serta berbagai instansi terkait lainnya.
โPersonel akan ditempatkan pada jalur-jalur utama mudik, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, serta pusat keramaian seperti tempat wisata dan pusat perbelanjaan,โ kata Karyoto.
Selain pengamanan jalur mudik, operasi ini juga mencakup rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contraflow, serta pembatasan kendaraan berat guna mengurangi kemacetan.
Polri juga menyiapkan dukungan udara berupa enam helikopter dan satu pesawat untuk patroli serta evakuasi darurat selama periode mudik.
Bahkan, dua helikopter ambulans udara disiagakan di rest area Kalikangkung Semarang dan KM 29 tol guna membantu evakuasi korban kecelakaan.
โAmbulan udara ini digunakan untuk mempercepat penanganan medis jika terjadi kecelakaan saat arus mudik,โ ujar Karyoto.
Selain itu, Polri juga menyiagakan kapal patroli di wilayah perairan serta menurunkan polisi satwa untuk membantu pengamanan di lokasi keramaian.
Melalui Operasi Ketupat 2026, Polri berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan lancar serta merayakan Idul Fitri bersama keluarga dengan nyaman.
