Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Dok: Istimewa.
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pemerintah terus mengalirkan bantuan logistik secara masif bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Hingga kini, distribusi logistik mencapai rata-rata 100 ton per hari untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pengiriman logistik dilakukan secara terpusat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan memanfaatkan armada udara dan jalur darat.
“Setiap hari kami menyalurkan sekitar 100 ton logistik. Total logistik yang sudah masuk sejak awal penanganan mencapai 1.326 ton, dan sebanyak 1.266 ton sudah tersalurkan ke wilayah terdampak,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Selasa (23/12/2025).
BNPB juga menyiapkan buffer stock sekitar 100 ton di Halim sebagai cadangan untuk menjamin kelancaran distribusi jika terjadi peningkatan kebutuhan di lapangan.
Menurut Abdul Muhari, pengiriman logistik dioptimalkan melalui sortie penerbangan militer serta distribusi darat untuk menjangkau lokasi-lokasi yang aksesnya mulai pulih. Selain bantuan logistik, BNPB juga terus mengoordinasikan percepatan pemulihan infrastruktur terdampak.
“Di Aceh, sembilan ruas jalan nasional dan enam jembatan sudah berhasil dipulihkan sehingga mobilitas dan distribusi bantuan bisa berjalan lebih lancar,” katanya.
Di sisi lain, BNPB menegaskan bahwa upaya pembersihan pascabanjir masih berlangsung intensif, terutama di kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi. Proses ini melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk TNI dan Polri.
“Di beberapa titik, personel TNI-Polri bekerja siang dan malam. Bahkan ada yang mencapai 18 hingga 20 jam kerja per hari untuk mempercepat pemulihan,” ujar Abdul Muhari.
BNPB mencatat, hingga Selasa (23/12), jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di Sumatera mencapai 1.112 orang, dengan tambahan enam korban jiwa terbaru. Sementara itu, jumlah korban hilang bertambah menjadi 176 orang, dan warga yang masih mengungsi tercatat sebanyak 498.447 jiwa.
BNPB menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah guna memastikan penanganan darurat dan pemulihan berjalan cepat serta tepat sasaran.
