Tim Pusdatinkom BNPB turut mengunjungi pos pengungsian di Gereja HKBP Sibalanga dan kantor desa untuk memastikan ketersediaan logistik serta penguatan jaringan komunikasi dengan perangkat Starlink berjalan optimal. Dok: BNPB.
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memimpin percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara. Hingga Kamis (11/12), operasi darurat tetap berlangsung meski wilayah tersebut masih diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga deras.
Fokus utama BNPB saat ini adalah memastikan layanan kemanusiaan tidak terhambat, sekaligus menjaga agar seluruh proses pemulihan berjalan stabil di tengah kondisi cuaca yang dinamis.
Baca juga: Pendampingan BNPB Mempercepat Huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota
Sejumlah progres penting berhasil dicapai BNPB bersama tim gabungan. Sebanyak 13 warga yang sebelumnya dilaporkan hilang kini telah ditemukan dalam keadaan selamat. Layanan bagi lebih dari seribu pengungsi juga terus diperkuat, mulai dari penyediaan fasilitas tambahan di titik-titik pengungsian hingga pemenuhan kebutuhan dasar.
Sementara itu, pendataan sementara mencatat sebanyak 770 rumah terdampak, disertai kerusakan fasilitas umum seperti sekolah, jembatan, dan jalan yang kini menjadi fokus pemulihan.
Pada aspek aksesibilitas, BNPB melaporkan bahwa jalur utama Tarutung-Sibolga sudah kembali terbuka hingga Kecamatan Sitahuis, meskipun beberapa titik masih harus diwaspadai karena kerusakan.
Untuk wilayah yang belum dapat dijangkau kendaraan roda empat, seperti sejumlah desa di Adiankoting dan Parmonangan, BNPB mengintensifkan droping logistik menggunakan helikopter. Adapun desa yang dapat dijangkau kendaraan roda dua menerima distribusi bantuan secara langsung melalui kolaborasi Pemda dan TNI.
Baca juga: Menteri PKP dan Menteri UMKM Perkuat Sinergi Rantai Pasok Perumahan Nasional
Pemulihan jaringan listrik juga menunjukkan kemajuan. Di Adiankoting, penyalaan telah mencapai 93%, sementara di Parmonangan prosesnya masih terkendala akses dan baru menyentuh sekitar 50%.
Untuk mengatasi blank spot komunikasi, BNPB mengoperasikan lima dari enam unit Starlink yang dikirimkan khusus untuk memperkuat koordinasi lapangan. Keberadaan perangkat ini terbukti mempercepat alur informasi dan distribusi bantuan di kawasan terdampak.
Stabilitas layanan air bersih turut diperkuat melalui penyediaan hidran umum dan suplai air dari PDAM, Dinas PU, Damkar, PMI, dan Polri. Pasokan BBM ke Tarutung juga diperbanyak guna mengurangi antrean dan memastikan seluruh operasi lapangan tetap berjalan lancar.
Di tiga titik pengungsian terpusat, BNPB memastikan kebutuhan dasar seperti MCK, dapur umum, kasur, dan tenda tambahan tersedia dengan baik. Tim Pusdatinkom BNPB juga turun langsung mengecek pos pengungsian di Gereja HKBP Sibalanga dan kantor desa untuk memastikan ketersediaan logistik serta optimalisasi jaringan Starlink.
Selain itu, BNPB menyalurkan matras tambahan, masing-masing 50 unit untuk pos pengungsian HKBP Lobupining dan 30 unit untuk HKBP Sibalanga. Fasilitas MCK di dua lokasi ini dinyatakan memenuhi standar pelayanan dasar, sementara suplai air bersih turut didukung BBWS II Sumatera Utara.
Pada saat yang sama, BNPB bersama pemerintah daerah tengah mempercepat penyiapan lahan huntara seluas empat hektare di Desa Lobupining dan Sibalanga sebagai bagian dari fase pemulihan lanjutan.
Untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terpenuhi, distribusi logistik di wilayah Sumatera Utara turut dimaksimalkan. Total 6.988 kilogram bantuan dikirimkan melalui jalur udara dan darat.
Baca juga: Optimalkan Jalur Darat, BNPB Kembali Kirim 14,78 Ton Bantuan Logistik
Bantuan udara seberat 1.278 kilogram di-drop ke daerah terisolasi seperti Hajoran Parmonangan, Batangtoru, dan Labu Tua, berisi kebutuhan pangan esensial seperti beras, minyak, mie instan, dan susu. Sementara itu, 5.710 kilogram logistik disalurkan melalui jalur darat ke Humbang Hasundutan dan Pinangsuri, mencakup pangan, obat-obatan, vitamin, masker, pakaian, hingga dukungan teknis berupa genset dan drum untuk memperkuat operasi di bawah koordinasi Kodam I Bukit Barisan.
BNPB menegaskan komitmennya untuk memastikan pemulihan Tapanuli Utara berlangsung cepat, terkoordinasi, dan berfokus pada pemenuhan kebutuhan warga, dengan mengerahkan seluruh sumber daya dan teknologi yang diperlukan di lapangan.
