Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Dok: Istimewa.
Jakarta – Pemerintah memastikan kehadirannya di tengah situasi darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa sebanyak 286 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi dialihfungsikan menjadi dapur umum untuk membantu para pengungsi.
Langkah cepat ini disampaikan Dadan saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (1/12).
Baca juga: Menangkap Cahaya Perempuan Indonesia, PNM Resmi Buka Photo Journey 2025 Volume 3
Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya makanan bergizi, menjadi prioritas utama pemerintah selama masa tanggap darurat.
“Kami tentu saja memprioritaskan mereka yang membutuhkan di saat-saat darurat. Ketika bencana terjadi, sekolah biasanya diliburkan, sehingga fasilitas SPPG bisa langsung dialihfungsikan menjadi dapur umum untuk melayani pengungsi,” jelas Dadan.
Menurutnya, SPPG dapat bergerak cepat karena fasilitas tersebut telah dilengkapi infrastruktur lengkap–mulai dari tenaga juru masak, peralatan dapur, sistem distribusi, hingga rantai pasok bahan makanan. Hal ini memungkinkan dapur umum beroperasi sejak hari pertama bencana tanpa hambatan berarti.
“Pada saat bencana, pemerintah wajib hadir di mana pun masyarakat membutuhkan. Melalui SPPG, BGN menjadi unsur terdepan dalam pemenuhan gizi di lapangan,” tegasnya.
Baca juga: “Purbaya Bale-Bale”, Lagu Reggae Timur Bernuansa Pantai yang Menjadi Simbol Cinta Rakyat
Dadan mencatat bahwa 286 SPPG tersebut kini aktif melayani pengungsi di tiga provinsi yang terdampak paling parah, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Total sekitar 600.000 pengungsi menerima layanan makanan melalui jaringan dapur umum ini.
“Alhamdulillah, sejak hari pertama bencana, seluruh SPPG siaga dan langsung melayani para pengungsi tanpa menunggu instruksi tambahan,” ujarnya.
Di sisi lain, BGN juga memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, terutama melalui tim percepatan penyediaan makanan bergizi, guna memastikan rantai pasok tetap stabil selama masa tanggap darurat berlangsung.
Dengan pengerahan ratusan SPPG ini, pemerintah berharap kebutuhan makanan para pengungsi dapat terpenuhi secara cepat, aman, dan merata sekaligus memastikan mereka tetap mendapatkan asupan gizi yang layak di tengah situasi sulit.
