Direktur jenderal tata ruang, suyus windayana Dok: istimewa.
Jakarta – Direktorat Jenderal Tata Ruang terus menguatkan komitmen membangun tata kelola yang bersih dan berintegritas. Melalui Bagian Manajemen Risiko, Ditjen Tata Ruang menggelar sosialisasi penguatan ekosistem antisuap berbasis manajemen risiko, Selasa (25/11), dengan tema “Bersih, Transparan, Profesional: Membangun Budaya Antisuap dari Dalam.”
Kegiatan ini jadi salah satu langkah Ditjen Tata Ruang untuk memastikan seluruh pegawai punya pemahaman yang sama tentang pencegahan suap, manajemen risiko, dan pentingnya budaya kerja yang transparan.
Baca juga: BGN Raih Penghargaan Penggerak Ekonomi Melalui Program MBG
Direktur Jenderal Tata Ruang, Suyus Windayana, menegaskan bahwa penguatan ini penting untuk membangun sistem yang adaptif dan mencegah kemungkinan penyalahgunaan wewenang.
“Kami memastikan para pegawai mendapat pengetahuan terkait penyuapan dan risiko agar sistem kita makin kuat dan potensi penyalahgunaan bisa ditekan,” ujar Suyus.
Sosialisasi ini juga sekaligus menyelaraskan penerapan ISO 37001:2025 Anti Bribery Management System (SMAP) serta ISO 31000:2018 Risk Management, sesuai amanat Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 3 Tahun 2022 tentang Penerapan Manajemen Risiko di lingkungan kementerian.
Sekretaris Ditjen Tata Ruang, Reny Windyawati, menambahkan bahwa pencegahan praktik koruptif bukan hanya aturan, tapi bagian dari komitmen bersama untuk membangun tata kelola yang bersih dan berkeadilan.
Narasumber dari kalangan praktisi juga ikut hadir, di antaranya Ranu Mihardja, praktisi hukum dan integritas, serta Wahyu Riyadi, Direktur Mutu Institute.
Ranu mengingatkan pentingnya pelaporan gratifikasi karena perilaku koruptif sering muncul dari kebiasaan kecil yang tak disadari.
Sementara itu, Wahyu menyoroti pentingnya kepemimpinan dalam membangun budaya antisuap. Menurutnya, pendekatan top-down sangat dibutuhkan agar pemimpin bisa menetapkan perilaku yang nantinya membentuk budaya kerja seluruh pegawai.
Dengan sosialisasi ini, Ditjen Tata Ruang berharap budaya antisuap makin mengakar kuat dan seluruh pegawai bisa bekerja dengan profesional, bersih, dan berintegritas.
