Dr. Ir. Suyus Windayana, M.App.Sc. Dok: Istimewa.
Jakarta – Di tengah dinamika pembangunan yang terus bergerak cepat, berdiri sosok birokrat dengan pengalaman panjang di bidang pertanahan dan tata ruang: Suyus Windayana. Ia kini memimpin Direktorat Jenderal Tata Ruang di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, lembaga yang memegang peran penting dalam mengatur arah pemanfaatan ruang di Indonesia.
Suyus dipercaya menjabat sebagai Direktur Jenderal Tata Ruang pada Mei 2025. Hingga 10 Maret 2026, ia telah memimpin direktorat tersebut selama 299 hari, mengawal berbagai kebijakan penataan ruang nasional yang menjadi fondasi bagi pembangunan di berbagai sektor.
Sebagai pejabat yang telah berkarier lebih dari tiga dekade di lingkungan ATR/BPN, Suyus dikenal memahami secara mendalam dinamika pengelolaan ruang di Indonesia, mulai dari penyusunan rencana tata ruang hingga pengendalian pemanfaatannya di lapangan.
Latar belakang pendidikannya turut membentuk kompetensi tersebut. Ia merupakan lulusan Teknik Geodesi Institut Teknologi Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan magister di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, dengan fokus pada pengelolaan data pertanahan.
Perjalanan kariernya di ATR/BPN dimulai sejak awal 1990-an. Seiring waktu, ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung, Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang, hingga Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah.
Ia juga sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ATR/BPN sebelum akhirnya dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Tata Ruang.
Pengalaman panjang tersebut membentuk pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya menitikberatkan pada kebijakan administratif, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi dan data dalam pengelolaan pertanahan dan tata ruang.
Salah satu kontribusi penting Suyus dalam perjalanan kariernya adalah keterlibatan dalam pengembangan Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP), sistem digital yang menjadi tulang punggung pengelolaan data pertanahan nasional. Sistem ini membantu mempercepat layanan sekaligus meningkatkan transparansi dalam administrasi pertanahan.
Selain itu, ia juga terlibat dalam pengembangan program LARASITA (Layanan Rakyat untuk Sertifikat Tanah), sebuah inovasi layanan keliling yang mendekatkan pelayanan pertanahan kepada masyarakat di berbagai daerah.
Kini, sebagai Dirjen Tata Ruang, fokus utamanya adalah memperkuat sinkronisasi kebijakan tata ruang antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini dinilai penting agar pembangunan infrastruktur, kawasan industri, hingga pengembangan wilayah tidak bertabrakan dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
Di bawah kepemimpinannya, Ditjen Tata Ruang juga terus mendorong percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang terintegrasi dengan sistem perizinan investasi berbasis digital.
Integrasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi dunia usaha sekaligus memastikan pemanfaatan ruang tetap selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, Suyus juga menekankan pentingnya integrasi pemanfaatan ruang darat, laut, udara, hingga ruang bawah permukaan. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan perencanaan ruang yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan ruang akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, penataan ruang menjadi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Dalam berbagai kesempatan, Suyus menegaskan bahwa tata ruang bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan panduan strategis yang menentukan arah pembangunan jangka panjang suatu wilayah.
Karena itu, ia terus mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat dalam memastikan rencana tata ruang dapat diimplementasikan secara konsisten.
Dengan pengalaman panjang dan berbagai inovasi yang telah dihasilkan, kepemimpinan Suyus Windayana di Ditjen Tata Ruang diharapkan mampu memperkuat fondasi penataan ruang nasional.
Di tengah laju pembangunan yang terus bergerak cepat, tata ruang menjadi kompas yang memastikan setiap langkah pembangunan tetap berada pada jalur yang terarah dan berkelanjutan.
