Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. Dok: Istimewa.
Jakarta – Memasuki hari ke-279 masa kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menunjukkan berbagai capaian penting yang mulai mengubah wajah ibu kota. Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.
Pramono bergerak cepat menata birokrasi, memperluas ruang publik, memperkuat transportasi, hingga mendorong kerja sama internasional untuk pembangunan Jakarta.
Langkah pertama yang menjadi sorotan publik adalah reformasi birokrasi secara besar-besaran. Sebanyak 1.882 pejabat struktural dilantik ulang dalam upaya merapikan organisasi pemerintahan dan mempercepat pelayanan publik.
Kebijakan ini menjadi fondasi penting bagi penerapan prinsip good governance, termasuk audit integritas dan pengawasan ketat terhadap proyek strategis daerah.
Di sektor ruang kota, Pramono membuat gebrakan dengan membuka lima taman kota untuk beroperasi 24 jam, termasuk Lapangan Banteng. Kebijakan ini diambil untuk menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif, aman, dan dapat diakses semua warga.
Ia juga menegaskan Balai Kota sebagai “ruang warga”, simbol dari pemerintahan yang ingin lebih dekat dengan masyarakat.
Di bidang hunian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 unit rusunawa baru sebagai langkah nyata mengurangi backlog perumahan.
Program rusunawa kini tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ruang bermain demi memperkuat kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca juga: Pramono Anung Bawa Jakarta ke Panggung Global Lewat AsiaBerlin Summit 2025
Transportasi dan mobilitas menjadi sektor lain yang mendapat perhatian serius. Sistem transportasi Jakarta bahkan mendapat pengakuan internasional, seiring meningkatnya integrasi antarmoda dan pelayanan publik yang terus dikembangkan.
Ketika Jakarta sempat dilanda aksi massa dan gangguan sosial, Pramono memastikan transportasi umum dan layanan publik kembali beroperasi normal dalam waktu singkat.
Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan juga terlihat dari keterlibatannya di forum internasional. Dalam forum PBB, Pramono memaparkan kemajuan Jakarta dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari pengelolaan ruang kota hingga penataan lingkungan.
Pemprov DKI juga mendorong penyesuaian tipping fee sebagai upaya memperbaiki manajemen sampah dan memaksimalkan efisiensi pengolahan limbah.
Baca juga: DPR RI Setujui Tujuh Calon Anggota Komisi Yudisial Periode 2025-2030
Tak hanya itu, posisi Jakarta di panggung global semakin kokoh melalui partisipasi Pramono dalam berbagai forum luar negeri, termasuk AsiaBerlin Summit 2025. Di sana, ia membawa tiga agenda utama: kerja sama pendidikan vokasional, pengembangan energi hijau, dan perluasan inovasi smart city serta ekonomi digital.
Memastikan keberlanjutan pembangunan, Pramono menegaskan bahwa pemerintahannya tidak hanya menyiapkan agenda baru, tetapi juga menyelesaikan program-program yang tertunda dari periode sebelumnya, seperti penataan kawasan kampung padat dan revitalisasi ruang publik.
Dalam kurun waktu sembilan bulan lebih, Pramono Anung menunjukkan arah kepemimpinan yang menempatkan Jakarta sebagai kota modern, inklusif, dan berdaya saing global. Tantangan besar masih menanti, namun sejumlah capaian awal tersebut menjadi fondasi kokoh bagi transformasi Jakarta ke depan.
